Intuisi - SAJAK
"Sebab kita bukan nabi yang bersabda, Bersajaklah!" (Sapardi Djoko Damono)
"Bersajak untuk hidup, atau Hidup untuk bersajak" - sebuah pilihan
"Disuatu kondisi, Mengkritik boleh, tetapi belajarlah Menyikapi"
Sajak manis untukmu
Wahai Tulang Punggung Negara
Sajak Bawang Pahit
Oleh : UlfahMh
"Bersajak untuk hidup, atau Hidup untuk bersajak" - sebuah pilihan
"Disuatu kondisi, Mengkritik boleh, tetapi belajarlah Menyikapi"
Sajak manis untukmu
Wahai Tulang Punggung Negara
Sajak Bawang Pahit
Oleh : UlfahMh
Sajak sang penanti kehidupan
Telah kau lihat mereka yang malang
Merintih hidup sang raja semesta
Apa daya mereka
Tangisan darah uang perusak memori
Secuap kata semut perintis masa
Hanya ingin pembela merdeka
Negeri yang terus menghantam
Batu moral sang penanti kehidupan
Pecah hancur terima serangan
Siang tak lagi siang
Malam tak lagi malam
Hidup tak lagi hidup
Mana gelutmu?
Mana kasihmu?
Wahai Pendorba garang
Sadarkah kau akan baumu
Sadarkah kau akan rasamu
Sungguh pahit tanpa kematangan
Busuk dengan kegombalan
Kami harap, kau bengkap
Kami tunduk, kau kutuk
Kau istimewa, namun tak berwibawa
Kau bijak, namun tak tegak
Siapa kau?
heemm,
Apalagi yang ingin kau cuapkan?
Jika kau hanya Bulian belaka!
Sadarkan hidupmu
Matimu takkan tersia
Duhai sang bawang negara
(PEMERINTAH)

Komentar
Posting Komentar