Sound of MAYDAY 1st


Buruh Bukan untuk Dibuang Tetapi untuk Dikenal

          Indonesia semakin krisis moral dan pengetahuan. Banyak hal kecil menimb ulkan perpecahan. Itu semua karena kurangnya kesadaran. Kesadaran masyarakat dan pemerintahan. Kita tahu dan kita setuju, pemerintah bekerja keras untuk memajukan dan memberi nama baik untuk negara Indonesia. Berjuang untuk memajukan suatu negara, dan bermimpi serta memperjuangkan perubahan status berkembang menjadi maju, bukan hanya lingkup Asia Tenggara melainkan se-Dunia.
        Indonesia semakin krisis moral dan pengetahuan. Banyak hal kecil menimbulkan perpecahan. Itu semua karena kurangnya kesadaran. Kesadaran masyarakat dan pemerintahan. Demo dimana-mana,  tak kenal tempat dan siapa saja yang terlibat. Kenal waktu tapi tak pedulikan waktu orang lain yang tak punya masalah dan keterlibatan. Pernahkah kita berfikir, Apa yang membuat Indonesia seperti ini? Kenapa mereka melakukan semua ini? Siapa yang memprakarsai hal-hal seperti ini? dan Bagaimana seharusnya kepedulian kita terhadap Indonesia?.
          Selasa 1 Mei 2018, ditetapkan sebagai hari Buruh di Indonesia. Apakah kalian pernah bertanya, Kenapa hari buruh harus libur nasional, sedang hari Kartini tidak? Padahal sedikitpun tidak mengganggu pembelajaran?. Banyak dari kita yang hanya menerima libur begitu saja tanpa ingin mengetahui alasan yang kongkrit kenapa sampai ditetapkannya libur nasional tersebut. Sebelum membahas kenapa hari buruh harus libur nasional saya akan membahasa apa sih buruh itu. Buruh adalah mereka yang bekerja pada usaha perorangan dan diberikan imbalan secara harian maupun borongan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, baik lisan maupun tertulis yang biasanya imbalan kerja tersebut diberikan secara harian (pengertian dari serikat pekerja nasional). Terus Guru termasuk buruh gak nih? Jawabannya iya, mereka adalah buruh negara, mereka bekerja untuk negara, tetapi kasarannya guru lebih dimuliakan daripada pekerja pabrik yang notabenenya mereka bekerja pada perseorangan pemilik pabrik tersebut. 
       Libur hari buruh, baru ditetapkan oleh bapak SBY pada 1 Mei 2014, tanggal merah ini merupakan hadiah dari SBY kepada para buruh diakhir masa jabatannya. Tapi sebenarnya hari buruh internasional itu apa dan seberapa pentingkah hingga harus diliburkan? Nahh menurut referensi yang saya baca, hari buruh internasional atau yang lebih dikenal dengan Mayday berawal dari unjuk rasa besar-besaran di Amerika Serikat yang menuntut 8 jam kerja dari sebelumnya hampir 20 jam kerja, yang dirasa tidak manusiawi. 400 ribu buruh menggelar demonstrasi besar-besaran di lapangan Haymarket Amerika Serikat. Polisi saat itu memembaki para demostran hingga ratusan orang tewas dan pemimpin aksi dihukum mati. Tragedi ini juga dikenal dengan tragedi Haymarket. 1 Mei akhirnya ditetapkan sebagai hari buruh sedunia atau lebih dikenal dengan Mayday, ditetapkan pada Kongres Buruh Internasional 1886 dan diperkuat Kongres Sosialis Dunia pada July 1889. Nah dengan ini semua, pernahkah kalian juga berfikir, untuk apa bapak SBY memerahkan kalender saat hari buruh internasional? Karena seperti yang kita tahu, tanggal merah hanya untuk perayaan hari besar keagamaan, kecuali Gus Dur yang menambahkan imlek sebagai hari libur nasional, menurut saya ini pantas. Tetapi, hari besar kenegaraan pun yang diliburkan hanya satu, yaitu 17 Agustus atau hari kemerdekaan. Tiba-tiba Mayday pun ikut menjadi tanggal merah di kalender Indonesia. TERNYATA jawabannya adalah sebenarnya negara-negara di Amerika, di Afrika dan Eropa rata-rata sudah menetapkan Mayday sebagai hari libur nasionalnya. Bahkan di Asia beberapa negara meliburkan para pekerja saat May Day yaitu Bangladesh, Kamboja, Hongkong, Irak, Myanmar, Nepal, Pakistan, Singapura, Filipina, Sri Lanka, Jepang, Syria, Taiwan, Thailand, Korea Utara, Vietnam, dan Singapura. Jadi rasanya sangat wajar adanya keputusan untuk meliburkan Mayday. Kalau kita cermati, saat perayaan Mayday selalu saja masyarakat menjadi korban, kemacetan panjang mengular kemana-mana. Aktivis bisnis otomatis lumpuh, sehingga 1 Mei pasti dunia bisnis tidak produktif, lebih baik diliburkan saja sekalian. Semua negara di Asia juga sudah melakukan itu kan ya. Nah, hari libur sudah dihadiahkan, maka dari itu sebaiknya sebagai aktivis buruh Indonesia jangan hanya jago dalam melakukan demo, jago menari-nari di atas mobil komando dan berteriak menuntut mulai dari A sampai Z. Tetapi buktikan kepada negara kalo kalian berkualitas, buktikan kepada negara dengan berkontribusi nyata untuk bersaing dengan pekerja ASEAN dan dengan aksi nyata kalian membuat negara Indonesia berkembang menjadi negara Indonesia maju.

Mau tau kondisi Buruh sekarang ini di Indonesia menurut Netizen?
Mau tau hasil diskusi kami dengan sosial media?
Mau tau gimana sebaiknya Buruh di Indonesia?

Keep stay tuned in my blog,
In my next post, I will give you the result of my discussion with my friends through social media.

Komentar

Postingan Populer